Tentang Kami

 

Paguyuban Lahan Parahyangan

Dewasa ini bahwa perkembangan jaman semakin pesat, dibuktikan oleh peningkatan sumberdaya manusia baik dibidang sosial maupun intelektual. Dalam hal ini tentu ada dampak kelebihan dan kekurangannya, yang tentu kekurangannya tidak banyak orang bisa menyadari itu, salah satu contoh dengan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang bahwa ada sisi lain yang terlupakan yaitu menjaga memelihara dan melestarikan warisan nenek moyang, atau yang disebut dengan kebudayaan tradisional.

Dilatar belakangi dengan yang tertulis di atas bahwa hadirlah sebuah gagasan untuk menjadi salah satu prilaku yang memperhatikan kelemahan dijaman sekarang yaitu pemerhati dan peduli terhadap kebudayaan yang merupakan warisan dari nenek moyang. Sehingga lahirlah satu komunitas yang disebut dengan PALAPAH (Paguyuban Lahan Parahyangan). Paguyuban yang didirikan pada tanggal 15 Januari 2016 di Kp. Cimulek, Desa Waluran, Kecamatan Waluran, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini  merupakan Paguyuban yang bergerak dibidang kebudayaan yang bertujuan untuk melestarikan dan memelihara kebudayaan Sunda berdasarkan norma agama, susila dan adat istiadat yang berakar pada tradisi, menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Sunda, menjadikan sumber pembelajaran untuk menyalurkan minat dan bakat, memberdayakan dan meningkatkan sumber daya manusia masyarakat lokal, menjaga moralitas budaya sunda dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Jika dilihat dari segi maknanya Palapah mempunyai dua kandungan makna yaitu, yang pertama Palapah berarti Paguyuban Lahan Parahyangan. Kandungan makna yang kedua dilihat dari segi filosofis, Palapah dalam bahasa indonesia berarti pelepah, ambil contoh pelepah kelapa, yang berfungsi untuk menyalurkan kebutuhan timbal balik antara daun dan pohon, juga berfungsi sebagai tempat menempelnya daun, sehingga dengan fungsi palapah pada pohon bisa memberikan kesuburan pada daun maupun pohon. Diartikan bahwa dengan adanya PALAPAH (Paguyuban Lahan Parahyangan) yang bergerak dibidang kebudayaan, bahwa khususnya budaya sunda yang diibaratkan sebagai pohon, dan bagian-bagian dari kebudayaan diibaratkan sebagai daun, diharapkan bisa terus berkembang dan tumbuh subur.

Sebagai bentuk nyata kepedulian PALAPAH terhadap kebudayaan sunda bahwa, beberapa action yang di perankan yaitu memulai dari menjalin bentuk kerja sama dengan pihak-pihak yang bisa mendukung kinerja PALAPAH, seperti menjalin kerja sama dengan pihak kepemerintahan, lingkungan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan dengan komunitas-komunitas lain untuk bersama-sama menjaga, memelihara dan melestarikan budaya sunda.

Dengan keberadaan PALAPAH diharapkan bisa memberikan suplemen kepada lingkungan masyarakat agar lebih memerhatikan kebudayaan khususnya kebudayaan sunda. Sehingga ilmu yang diwariskan oleh nenek moyang bisa terjaga dengan baik sebelum semuanya terkubur oleh waktu, sehingga kelak anak cucu kita tidak tau siapa nenek moyang dan bagai mana ceritanya.

Visi Paguyuban Lahan Parahyangan (PALAPAH):

“Terwujudnya Paguyuban Lahan Parahyangan (PALAPAH) yang Bermartabat, Religius dan Produktif”

Misi Paguyuban Lahan Parahyangan (PALAPAH):

  1. Melestarikan dan Memelihara Kebudayaan Sunda Berdasarkan Norma – norma Agama dan Adat Istiadat yang Berakar Pada Tradisi.
  2. Menumbuh Kembangkan Kecintaan Masyarakat Terhadap Kebudayaan Sunda.
  3. Menjadikan Sumber Pembelajaran untuk Menyalurkan Minat dan Bakat.
  4. Memberdayakan dan Meningkatkan Sumber Daya Manusia Masyarakat Lokal.
  5. Menjaga Moralitas Budaya Sunda.
  6. Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Lokal.

Paguyuban Lahan Parahyangan

Jl. Cimulek, RT 003/004, Desa Waluran, Kecamatan Waluran

Kabupaten Sukabumi - 43175

Jawa Barat - Indonesia