PALAPAH dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Komunitas

Di kawasan geopark dan bentang alam Sunda, tepatnya di wilayah Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berdiri sebuah komunitas lokal yang bernama Paguyuban Lahan Parahyangan atau disingkat PALAPAH.

Latar Belakang dan Filosofi

Begitu pula visi PALAPAH: menjadi elemen yang menopang kehidupan sosial, ekologi, dan budaya masyarakat di Parahyangan. Berangkat dari pemahaman bahwa banyak lahan di kawasan tersebut menemui tantangan seperti degradasi lingkungan, terlantar atau kurang dikelola secara berkelanjutan, komunitas ini hadir sebagai penggerak lokal.

Fokus Kegiatan Komunitas

PALAPAH menjalankan beragam aktivitas yang mencakup:

  • Pelestarian budaya lokal: menampilkan seni tradisional, pencak silat, kerajinan tangan, dan kuliner khas Sunda sebagai bagian dari identitas komunitas.

  • Pengelolaan lahan secara berkelanjutan: lahan di wilayah Parahyangan dikembangkan sebagai area agrowisata, kebun komunitas, atau area edukasi lingkungan yang melibatkan anggota paguyuban.

  • Pembinaan generasi muda dan pemberdayaan masyarakat: melalui pelatihan, workshop budidaya tanaman, serta program literasi lingkungan agar kesadaran kolektif tumbuh kuat.

Dampak pada Masyarakat dan Lingkungan

Dengan hadirnya PALAPAH, masyarakat setempat mendapat ruang untuk bergerak kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai budaya. Lahan yang dikelola tidak hanya menjadi sumber pangan atau pendukung ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ruang pendidikan, refleksi, dan rekreasi yang bermakna. Kawasan yang tadinya kurang terkelola menjadi lebih produktif dan memiliki makna sosial bagi warga.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun telah melakukan kerja nyata, PALAPAH tetap berbenturan dengan sejumlah tantangan:

  • Keterbatasan sumber daya (modal, pengetahuan teknis, akses pasar) untuk mengembangkan lahan secara maksimal dan memastikan keberlanjutan.

  • Perubahan kondisi sosial-ekonomi yang memengaruhi motivasi dan partisipasi anggotanya, terutama generasi muda yang semakin tersedot ke kota besar.

  • Tantangan regulasi terkait lahan dan perizinan yang kadang rumit dalam konteks kawasan geowisata atau lahan adat di wilayah Parahyangan.

Harapan dan Arah Ke Depan

Komunitas PALAPAH menaruh harapan besar agar mereka bisa semakin diberdayakan – melalui dukungan pemerintah, kolaborasi dengan universitas atau lembaga non-profit, serta pemanfaatan teknologi untuk monitoring lahan dan pengembangan produk lokal.